Category Archive: Berita

Tazkyatun Nufus : Mensucikan Jiwa Dalam Ajaran KH Ahmad Dahlan رَحمَهُ الل

Fathurrahman Kamal, Lc., MA
Jurusan Komunikasi & Penyiaran Islam FAI-UMY
Lembaga Pendidikan Bahasa Arab & Studi Islam “Ali Bin Abi Thalib”
Mukaddimah
KRH Hadjid, alumnus Pondok Pesantren Termas sekaligus murid termuda KH Ahmad Dahlan, menulis 7 falsafah ajaran dan 17 kelompok ayat Al-Qur’an yang menjadi pokok wejangan dan pelajaran dari pendiri Persyarikatan Muhammadiyah kita. Beliau berkeyakinan bahwa berbagai kesulitan yang timbul dalam masyarakat dapat diatasi dengan ketujuh falsafah tersebut sebagaimana ketujuh belas kelompok ayat Al-Qur’an dapat dijadikan sebagai pegangan pokok oleh para pewaris Muhammadiyah yang tidak sedikit diantara mereka telah meninggalkan jiwa/ruhiyah Muhammadiyah itu sendiri.[3]Tujuh falsafah ajaran yang dimaksud ialah; (1) Kita, manusia ini, hidup di dunia hanya sekali untuk bertaruh: sesudah mati, akan mendapat kebahagiaankah atau kesengsaraan?; (2) Kebanyakan diantara manusia berwatak angkuh dan takabbur, mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri; (3) Manusia itu kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai, maka kebiasaan yang dicintai itu sukar untuk diubah. Sudah menjadi tabiat, bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang telah diterima, baik itu dari sudut keyakinan atau i’tikad, perasaan kehendak maupun amal perbuatan. Kalau ada yang akan merubah, mereka akan sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar; (4) Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran, harus bersama-sama menggunakan akal fikirannya untuk memikirkan, bagaimana sebenarnya hakekat dan tujuan manusia hidup di dunia. Apakah perlunya? Hidup di dunia harus mengerjakan apa? Dan mencari apa? Dan apa yang dituju?. Manusia harus mempergunakan pikirannya untuk mengoreksi soal i’tikad dan kepercayaannya, tujuan hidup dan tingkah lakunya, mencari kebenaran sejati. Karena kalau hidup di dunia hanya sekali ini sampai sesat, akibatnya akan celaka dan sengsara selama-lamanya.”Adakah engkau menyangka bahwasanya kebanyakan manusia suka mendengarkan atau memikir-mikir mencari ilmu yang benar.” Al-Furqan : 44;Berikutnya, (5) Setelah manusia mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam, membaca beberapa tumpuk buku…Sekarang, kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir kalau menetapi kebenaran, akan terpisah dari apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya, khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Pendek kata, banyak kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar, kemudian hidupnya seperti makhluq yang tak berakal, hidup asal hidup, tidak menempati kebenaran; (6) Kebanyakan pemimpin-pemimpin rakyat, belum berani mengorbankan harta benda dan jiwanya untuk berusaha tergolongnya umat manusia dalam kebenaran. Malah pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mempermainkan, memperalat manusia yang bodoh-bodoh dan lemah; (7) Pelajaran terbagi atas dua bagaian: belajar ilmu, pengetahuan atau teori dan belajar amal, mengerjakan atau mempraktekkan. Semua pelajaran harus dengan cara sedikit demi sedikit, setingkat demi setingkat…Demikian juga dalam belajar amal, harus bertingkat. Kalau setingkat saja belum dapat mengerjakan, tidak perlu ditambah.Adapun 17 kelompok ayat Al-Qur’an yang menjadi pokok wejangan dan pelajaran dari pendiri Persyarikatan Muhammadiyah adalah sebagai berikut; (1) Membersihkan diri sendiri, Al-Jâtsiyah ayat 23; (2) Menggempur hawa nafsu mencintai harta benda, al-Fajr ayat 17-23; (3) Orang yang mendustakan agama, al-Mâ’ûn ayat 1-7; (4) Apakah artinya agama itu, al-Rûm ayat 30; (5) Islam dan sosialisme, al-Tawbah ayat 34-35; (6) Surat al-‘Ashr ayat 1-3; (7) Iman/kepercayaan, al-‘Ankabût ayat 1-3; (8) Amal sholeh, al-Kahf ayat 110 dan al-Zumar ayat 2[4]; (9) Wa tawâshaw bil haqq, Yûnus ayat 108, al-Kahf ayat 29, Muhammad ayat 3, al-An’âm ayat 116, al-Furqân ayat 44, al-Anbiyâ’ ayat 24, Yûnus ayat 32, al-Shaff ayat 9, al-Baqarah ayat 147, al-Anfâl ayat 8, al-Isrâ’ ayat 81 dan al-Mu’minûn ayat 70; (10) Wa tawâshaw bish-shabri; (11) Jihad, Âli ‘Imrân ayat 142; (12) Wa anâ minal muslimîn, al-An’âm ayat 162-163; (13) Al-Birru, Âli ‘Imrân ayat 92; (14) Surat al-Qâri’ah ayat 6-11; (15) Surat al-Shaff ayat 2-3; (16) Menjaga diri, al-Tahrîm ayat 6; dan terakhir (17) Apakah belum waktunya, surat al-Hadîd ayat 16.

Demikianlah ketujuh falsafah ajaran dan tujuh belas kelompok ayat al-Qur’an yang selalu ditekankan oleh Allâh Yarhamuhu KH Ahmad Dahlan kepada murid-muridnya. Pada makalah tadabbur al-Qur’an ini kami hanya menyampaikan kelompok pertama yaitu “tazkyatun nufus”, bagaimana seharusnya kita membersihkan diri/jiwa dalam ajaran Mu’assis/Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah kita ini.

Munthalaq (start point) : Tafsir Surat Al-Jâtsiyah Ayat 23

Sebagai murid yang baik, yang tidak ingin kehilangan kilauan mutiara kehidupan gurunya, KHR Hadjid selalu menyelidiki apa yang menjadi pikiran dan renungan serta membuat masygul KH Ahmad Dahlan siang dan malam. Sampai pada suatu ketika beliau menemukan papan tulis kecil di atas meja sang guru. Di sana tertulis petikan al-Qur’an, surat al-Jatsyah ayat 23 berikut ini :

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ[5]

Tim Ulama yang menyusun Al-Tafsir Al-Muyassar menyatakan, ayat tersebut mengandung pesan utama agar orang-orang mukmin waspada jika hawa nafsu menjadi pendorong atau motivator mereka dalam beramal dan berkarya.[6]Menurut Al-Imam Al-Thabari, ayat tersebut menjelaskan orang-orang yang menjalankan agamanya dengan hawa nafsu. Ia tidak beriman dengan Allah SWT, tidak pula menghalalkan ataupun mengharamkan sesuatu berdasarkan ajaranNya; hawa nafsu oriented. Sehingga dapat ditegaskan bahwa orang seperti ini menjadikan hawa nafsu sebagai agamanya.[7] Hal senada dinyatakan oleh Ibnu Abbas, Hasan dan Qatadah radliallahu ‘anhum, sebagaimana dinukil oleh Al-Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an. Sementara ‘Ikrimah radliallah ‘anhu berpendapat, ayat tersebut mengisyaratkan orang yang menyembah sesuatu sesukanya, atau yang dianggap baik. Abu Darda’radliallah ‘anhu berkata[8],

إذا أصبح الرجل اجتمع هواه وعمله وعلمه فإن كان عمله تبعا لهواه فيومه يوم سوء وإن كان عمله تبعا لعلمه فيومه يوم صالح[9]

Demikianlah makna firman Allah SWT dalam Al-Jatsiyah : 23 yang dikemukakan oleh sebagian mufassir terkemuka. Menurut penulis, masih diperlukan penafsiran yang lebih ‘tajam’ dan ‘menukik’ untuk membangkitkan spirit dan ruhiyah kita. Barangkali di sinilah letak ketajaman makna ayat tersebut dalam pandangan KH Ahmad Dahlan. Menurutnya, ayat tersebut mengandung makna dan ajaran sebagai berikut :

1) Kita dilarang untuk menghambakan diri kepada siapapun atau benda apapun jua, kecuali kepada Allah SWT. Orang yang menghambakan diri kepada hawa nafsunya, mengerjakan apa saja yang menjadi dorongan hawa nafsunya dapat dikategorikan sebagai musyrik. Kaum musyrikin menyembah berhala karena taqlid buta kepada orang tua dan nenek moyang mereka. Ini bermakna mereka menjadi hamba dari hawa nafsunya, patuh mengikuti perilaku kebiasaan yang menyimpang dalam lingkungan dan masyarakat mereka.

2) Siapa saja yang tunduk/taat dan berbuat mengikuti kebiasaan yang bertentangan dengan hukum Allah SWT juga dapat disebut sebagai penyembah hawa nafsu. Karena jelas, kita tidak diperbolehkan secara syar’iy untuk mencintai siapapun jua di atas cinta kasih kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Hal sedemikian ditegaskan pula oleh Allah SWT dalam surat al-Taubah ayat 24 :

قُلْ إِنْ كَانَ ءَابَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ [10]

Juga dalam surat al-Baqarah : 165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ [11]

3) Berhala hawa nafsu merupakan pokok berhala yang menyesatkan. Pengaruhnya sedemikian kuat dan merajalela. Hawa nafsu mematikan kemampuan dan potensi manusia untuk membedakan antara al-Haqq dan al-Bathil. Bahkan manusia bertabiat sebagai hewan karena terjajah oleh hawa nafsu tersebut. Dalam pemenuhan cinta terhadap hawa nafsunya, manusia seringkali lupa akan akibat dan malapetaka yang ditimbulkannya, lupa akan akibat-akibat buruknya. Manusia berbuat semaunya, mengabaikan tatanan etis dan moral. Inilah yang kemudian melahirkan kekacauan, kerusakan dan kerugian kepada dirinya sendiri, masyarakat dan negaranya.[12]

Dalam berinteraksi dengan hawa nafsu, yang seringkali menjadi abstrak di hadapan kita sehingga kita kehilangan stamina untuk menatanya, KH Ahmad Dahlan secara tegas mengidentifikasikannya sebagai “musyrik” !. Sebagian di antara kita mungkin akan berkomentar, “ekstrem” (?).

Perlu dicatat, umat Islam, pada umumnya, sangat familiar dengan dua jenis syirik; akbar dan ashghar. Mereka, atau juga kita, kurang akrab dengan jenis syirik yang satu ini; al-syirk al-khafiyy. Syirik jenis terakhir ini lebih dominan pada aspek niat dan orientasi yang terselubung. Oleh karena itu disebut sebagai “al-khafiyy” (yang tersembunyi). Rasulullah SAW mengilustrasikannya sebagai orang yang “salah niat”.[13] Dalam Ilustrasi lain dinyatakan sebagai sesuatu yang lebih samar dari langkah seekorsemut hitam, di atas batu karang hitam yang bisu.[14] Motivasi beramal yang “hanya” berorientasi dunia samata juga dikecam oleh Rasulullah SAW dalam sabda berikut ini:

تعس عبد الدينار وعبد الدرهم وعبد الخميصة إن أعطي رضي وإن لم يعط سخط

“Celakalah penghamba dinar. Celakalah penghamba dirham. Celakalah penghamba khamishah jika ia diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah.”(HR Bukhari).

Khamishah adalah pakaian yang terbuat dari wool atau sutera dengan sulaman atau garis-garis yang menarik dan amat indah. Pesan moral dalam hadis di atas ialah teguran keras terhadap orang-orang yang sangat ambisius dengan kekayaan duniawi, sehingga ia terbelenggu dan menjadi penghamba harta benda. Mereka, tegas Nabi SAW, adalah berhak untuk celaka dan sengsara. Bandingkan dengan kisah tiga orang yang diadili oleh Allah SWT; seorang qari’/intelek, seorang yang mati syahid dan seorang dermawan. Ketiganya bangga dengan prestasi hidupnya masing-masing. Tapi pada akhirnya, final kehidupan mereka mengenaskan : dicampakkan ke neraka!(HR Muslim).[15] Na’udzubillah.

Penafsiran KH Ahmad Dahlan tersebut menarik untuk disandingkan dengan penafsiran Sayyid Qutb rahimahullah. Gaya redaksional yang sangat pada ayat tersebut, menurutnya, menggambarkan satu ilustrasi yang aneh bagi jiwa manusia ketika jiwa itu meninggalkan asal yang pasti, untuk kemudian mengikuti hawa nafsu yang berubah-ubah. Hal itu terjadi ketika ia menyembah hawa nafsunya, tunduk kepadanya, dan menjadikannya sebagai sumber pola pandang, hukum, perasaan dan gerakannya. Juga menjadikannya sebagai tuhan yang yang memiliki otoritas, yang menguasai dirinya, lalu menerima segala isyarat yang diberikannya lalu ia taat, tuntuk dan menerimanya begitu saja. Oleh karena itulah kemudian, gaya bahasa Al-Qur’an mengingkarinya dengan nada penuh keheranan, “Maka, pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya…”

“Pernahkah kamu melihatnya?”, gugah Sayyid Qutb rahimahullah. “Ia adalah sosok yang aneh yang pantas dianggap aneh!. Dan ia berhak disesatkan oleh Allah SWT, dan tak memberikannya rahmat berupa petunjuk. Tak ada tempat yang tersisa bagi petunjuk dalam hatinya, ketika ia mempertuhankan hawa nafsunya yang sakit!”.

وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَة فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ [16]

Orang yang mempertuhankan hawa nafsunya, dalam pandangan Sayyid Qutb rahimahullah, pantas untuk disesatkan. Sesuai dengan Ilmu Allah yang Maha Benar. Ia tidak dihalangi untuk memperturutkan segala kehendak hawa nafsunya, lalu ia dibiarkan dalam kebutaannya. Tersumbatlah segala potensi jasadiah dan ruhiyahnya untuk menangkap cahaya petunjuk Ilahi. Demikian pula potensi intelektual yang melekat pada dirinya menjadi tumpul tak bermakna oleh karena ketaatan, ketundukan dan penyerahan totalitas dirinya kepada hawa nafsu tersebut.[17]

Ilustrasi lebih unik tentang orang yang mempertuhankan hawa nafsunya dapat dilihat pada kisah Bal’am Ibnu Ba’ura sebagaimana diterangkan oleh Imam Ibnu Katsir dala Tafsir al-Qur’anil Adzhim. Bal’am adalah seorang sahabat dan kolega dekat Nabi Musa ‘alaihissalam, yang dianugerahi oleh Allah SWT pemahaman ayat-ayatNya yang luar biasa. Ia memiliki integritas moral dan intelektual yang sedemikian tinggi di tengah masyarakat Nabi Musa saat itu. Ia sangat dihormati dan disegani. Oleh sebab itu pula kemudian Nabi Musa alaihissalam memberikan kepercayaan kepadanya untuk menyampaikan dakwah kepada Penguasa Madyan.

Penguasa Madyan sangat paham akan kapasitas dan integritas yang disandang oleh Bal’am Ibnu Ba’ura. Tapi juga ia sangat mengetahui bahwa Bal’am bukanlah tergolong orang kaya. Dari sisi materi ia memiliki keterbatasan yang sangat nyata. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh penguasa Madyan untuk memperdayakannya. Ia dipersilahkan untuk tinggal di istana dengan berbagai fasilitas hidup, yang barangkali, belum ia rasakan sebelumnya. Apa yang terjadi? Hari demi hari, ia terlelap dengan kemegahan dan keindahan hidup di tengah-tengah penggede istana. Ia lupa menyampaikan dakwah yang telah diamanahkan oleh Nabi Musa alaihissalam. Ekstremnya, ia pada akhirnya keluar dari ajaran Nabi Musa alaihissalam, dan kemudian bergabung dengan penguasa Madyan untuk melawan dan memusuhi Nabi Musa ‘alaihissalm. Hal inilah yang meletarbelakangi [sabab nuzul] ayat ke 175-176 dari surat al-A’raf[18]. Ilustrasi unik, digambarkan sebagai seekor anjing yang selalu menjulurkan lidahnya.Na’udzubillah. Lalu, Di mana posisi kita, dahulu, sekarang dan di masa yang akan datang ?

Kegelisahan Ruhiyah/Spiritual KH Ahmad Dahlan


Namun demikian, KH Ahmad Dahlan menjelaskan pula bahwa, asal mula kelahiran manusia adalah berdasarkan “fitrah”, asal yang suci, murni dan bersih [bebas dari angkara murka dan kejahatan]. Lalu ia dipangaruhi oleh hawa nafsunya, orang tua, lingkungan pergaulan, guru, rumah tangga serta masyarakat sekitarnya. Inilah proses yang pada akhirnya manusia tertawan oleh hawa nafsunya sendiri.[19] Penjelasan tersebut sesuai dengan hadis Nabi SAW berikut :

مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلىَ اْلفِطْرَةِ فَأَبـَوَاهُ يـُهَـوِّدَانِهِ أَوْ يُـنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُـنْتِجُ اْلبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّوْنَ فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ (رواه البخاري)

Kalaulah, pada awal mulanya, manusia terlahirkan dalam keadaan “fitrah” sebagaimana diterangkan di atas, lalu mengalami pergeseran kepada keburukan, bahkan menyamai hewan yang tidak memiliki potensi akal, mungkinkah mereka kembali kepada “fitrah” yang awal itu? Jika memungkinkan, bagaimanakah cara menuju kepada kesucian itu?

Dalam hemat pandangan kami, inilah yang menjadi kegelisahan “ruhiyah” atau perenungan ”spiritual” KH Ahmad Dahlan, yang menurut riwayat KHR Hadjid, menjadikan beliau masygul merenungkannya siang dan malam. Tapi juga pada saat yang sama menjelma menjadi kekuatan ruhiyah yang dahsyat, menembus relung jiwanya yang terdalam serta membangkitkan kekuatan dan iradah untuk beramal.

Tazkyatun Nufus Sebagai Metode Menemukan Kembali Fitrah Yang Hilang

Setelah melakukan tafakkur, muhasabah dan muraqabah akhirnya KH Ahmad Dahlan berpendapat bahwa untuk menemukan kembali fitrah yang hilang kita dituntut untuk melakukan pensucian diri/jiwa (tazkyatun nufus). Hal ini dapat dilakukan dengan cara melawan hawa nafsu kemudian hanya tunduk kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Inilah kunci kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat. Takwa kepada Allah merupakan pangkal segala kebaikan sebagaimana memperturutkan hawa nafsu menjadi pangkal segala keburukan[20]

…… bersambung,….

Permanent link to this article: http://sdmuhmadiun.sch.id/?p=801

PENGUMUMAN HASIL TEST KESEHATAN

PENGUMUMAN HASIL TES KESEHATAN

PENERIMAAN KARYAWAN RSI SITI AISYAH MADIUN

TAHUN 2011/2012

 

Berdasarkan hasil rapat Tim Penerimaan Karyawan RSI Siti Aisyah Madiun Tahun 2012 pada hari Sabtu, tanggal 24 Maret 2012,peserta tes kesehatan yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti orientasi adalah sebagai berikut :

 

KEBIDANAN

 

 

NO

NAMA

ALAMAT

1

Nunuk Pujo Resmini Jl. Jalak IV No.02 Perum Merak Indah Madiun

2

Mufida Zakiyyah Rusyda Ds Coper RT 2/1 Jetis Ponorogo

3

Lina Oktafiana Jl. Sukokaryo No.08 Madiun Lor

4

Deni Triasmorowati Jl. Dorodasih No.04 Madiun

STAF KEUANGAN

 

NO

NAMA

ALAMAT

1

Andy Candra Kusuma Jl.Pasopati No.1 Rt.29/1 Demangan Madiun

 

ANALIS MEDIS

NO

NAMA

ALAMAT

1

Reny Octofiawati Gorang gareng RT 3/1 Nguntoronadi Magetan

2

Kholik Agus Dwinata Ds Ngrukem Mlarak Ponorogo
 

REKAM MEDIK   

NO       NAMA                               ALAMAT

1            Erny Nughroini               Ds Karangsono RT 1/2 Kwadungan Ngawi  

S1 APOTEKER

NO       NAMA                              ALAMAT

1            Rachma Fitri W             Jl.Dr.Soetomo 82 Madiun

2           Wahyuni Fitriayani     Jalan Gambir Sawit Selatan No.1

FRONT OFFICE

NO      NAMA                              ALAMAT

1           Fifin Evian Dewi            Jl Uripsumoharjo 60 Madiun

2          Astika Kurnia R             Jl. Kenanga No.9 Ds. Kincang Wetan Kec. Jiwan, Kab.Mdn

FISIOTERAPI

NO       NAMA                           ALAMAT

1           Ida Agus Setiani          Jl.Cendrawasih Gg.Greja Madiun   

ASISTEN APOTEKER

NO     NAMA                           ALAMAT

1         Ardian Retno                Jl. Gajah Mada No.94 Madiun

2         Resa Eni Santi              Jl. Cempaka II No.03 Caruban Madiun

3         Almira Gitta H             Perum Taman Asri VIII No.103

4         Dewi Tri Rahayu         Jl.Auri no.9A Madiun


HUMAS

 

NO

NAMA

ALAMAT

1

Bambang Eko Nugroho Jl.Ciliwung IV No.11 Madiun
 

KASIR

NO      NAMA                              ALAMAT

1          Any Nina Windasari     Jl. Sunan Kumbul No. 41A RT 01 RW 03 Ds. Sawoo  Ponorogo

2         Handriyani P                   Ds. Kepuhrejo RT 06 RW 01 Takeran Magetan

3         Anik Susana                     Dsn. Bulurejo RT 3 RW 1 Ds. Carangrejo Sampung Ponorogo

 

   PENJAMIN ASURANSI

NO     NAMA                               ALAMAT

1         Yunita Dwi M                    Jl Anggrek 27 Mojopurno Wungu Madiun     

D 3 KEPERAWATAN DAN S1 KEPERAWATAN

NO       NAMA                         ALAMAT

1           Ririn Widyanti S        Ds.krokeh Rt.6/2sawahan madiun

2          Wakhid Hasyim          Ds Sumber Sari Rt17/4 Saradan Madiun

3          Yuke Meliani              JL. Joeranan 19 Mojorejo Madiun

4          Wahyu Sulistyanto   Dukuh Jinitro Rt.3/1 Tegalsari Jetis Ponorogo

5          Yatimatul Nazwa      Ds.Sareng No 203 RT.6/1 Geger Madiun

6          Anik Purwanti           Jl. Ds ngepeh Rt 16 saradan

7         Siska Rahmawati       Ds ketuwan Rt 4/1 Kedungtuban Blora

8         Sulastri                          Ds Tanjungrejo Rt.09 Rw.10 Kebon Sari,Mdn

9         Enik Kusmawati          Ds Ngelang RT .05 RW.02 Kartoharjo Magetan

10      Tri Handoko                 Jl Nias No. 10 B Rt. 1 / 1 Kel. Madiun Lor

11       Debi Nuritasari           Jl Glathik no 240 Madiun

12      Lintang Fitroh M       Dsn, Plampohan II Rt 03 Rw 04 Geneng Ngawi

13      Esti Sufia Krisanti      Jl. Sekolahan RT.16/2 Rw. 006 Kel Demangan Taman Madiun

14      Sera Fahlevi Dwi S      Ds. Kerik Rt. 04 Rw. 01 Kec. Takeran Kab. Magetan

15      Weny Kusuma W         Ds.Dimong Rt.8/1 kec. Kab.Madiun

16      Rosidah Wiwin j          Jl.Pattimura no.31 Rt.8/1 mejayan madiun

17      Teguh Sugiono             Dsn. Kalibening Rt.2 Rw. 1 Desa Sumberbening Balerejo Madiun

18       Sinta Yanuarysa A     Jl Ciliwung Gg III NO 17 Madiun

19      Anisa frebianti             Ds nglandung geger madiun

20      Eka Arintha Saputri    Ds Balerejo RT 27/03 Balerejo Madiun

21      Sulistyowati                   Dsn Wonoasri Desa Banaran RT 17/02 Geger Madiun 085 646 135 620

22      Rieza nor Ihsan             Jl.Kantor pos no.41 tambakromo Ngawi

23      Siti Nur Sholikah          Jl Indramanis III No 16 Manisrejo Madiun

24      Bayu Pradidno             Jl.tawang asri Rt 6/3 Tawangrejo Kartoharjo madiun

25      Kusworo Aditiya N     Jl.Endah Manis 1 No. 22 Rt. 23 Rw. 7 Manisrejo Taman Madiun

26      Rina Rusdiawati        J l.Sri Utomo 18 f Sukosari madiun

27      Satriyo agung            Sumberagung Rt.9/2 Plaosan Magetan

BINROH

NO

NAMA

ALAMAT

1

Rizqi Fauzia Perum Widodo Kencono 1, No.A3 Madiun

2

Irfan Ma’ruf maulana Al Hikmah Islamic Centre Ds.Jomblang Rt.3/1 Takeran Magetan

3

Rocmah Evita Anwarany Ds.Jetis Rt.11/3 Dagangan Madiun

4

Nur Hidayah Jl.Sasana Mulya G/54 Madiun

 

 

 

 

 

 

Bagi peserta yang dinyatakan lulus tersebut di atas harus mengikuti orientasi karyawan baru RSI Siti Aisyah Madiun Tahun 2012

Demikian untuk menjadi maklum

 

Madiun,24 Maret 2012

Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Madiun

Ketua Tim Penerimaan

                   ttd

dr.Iwan Hartono,M.Kes

NBM : 1009593

 

 

JADWAL ORIENTASI KARYAWAN BARU

RUMAH SAKIT ISLAM SITI AISYAH MADIUN TAHUN 2012

 

HARI/ TGL    : SENIN – SABTU, 26 – 31 MARET 2012

PUKUL          : 07.00 S/D 14.00 WID

PAKAIAN      : A. ATAS DAN BAWAH PUTIH

                               SEPATU HITAM

1. KEPERAWATAN

2. BIDAN

 

B. ATAS PUTIH DAN BAWAH HITAM

                                 SEPATU HITAM

  1. STAF KEUANGAN     6. FISIOTERAPI
  2. ANALIS MEDIS          7. ASISTEN APOTEKER
  3. REKAM MEDIK          8.HUMAS
  4. S1 APOTEKER             9. KASIR
  5. FRONT OFFICE           10. PENJAMIN ASURANSI

TEMPAT        : RUANG PERTEMUAN RSI SITI AISYAH MADIUN

                                Jl. Mayjend Sungkono No.38 Madiun

Permanent link to this article: http://sdmuhmadiun.sch.id/?p=793

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2012/2013

SEKOLAH KREATIF SD MUHTADIN ISLAMIC FUTURE SCHOOL

Dengan Visi : Terwujudnya Generaasi Islam yang Bertaqwa, Cerdas dan Ber-IT.  Anak (Buah Hati)  adalah anugerah Ilahi yang harus kita pelihara dan bimbing menjadi Generasi yang sesuai dengan zamannya. Kami Membuka Pendaftaran Siswa Baru, mulai 20 Pebruari 2012  s/d 10 Maret 2012 dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Melalui PSB Online SiPinter di website kami

2. Isi Formulir Online yg tersedia.

3. Datang ke SD MUHTADIN dengan menyerahkan infaq pendaftaran Rp. 50.000,- dan foto kopi Akte Kelahiran.

Program Unggulan :

– Kelas berisi 20 siswa/i 2 orang Ustadz/ah

– Tahfidzul Juz’amma dan Asmaul Husna

– Pembelajaran yg Kreatif dan Menyenangkan baik Indoor maupun Outdoor

– Pembiasaan dasar  Bahasa Arab dan Inggris dalam keseharian

– Outbond Activity setiap tahun

– Kelas Robotik, Sains, English Fun.

Mari Bergabung bersama kami,…

KLIK LINK dibawah!

http://sipinter.sdmuhmadiun.sch.id/psb/psb.php

Permanent link to this article: http://sdmuhmadiun.sch.id/?p=787

Older posts «

» Newer posts

Facebook